Blogroll

Kamis, 24 April 2014

Kenapa enammaret begitu menyakitkan

Selamat malam kamu lelaki super sibuk enam maret ..
Bagaimana kabarmu? Semoga baik - baik saja. Sudah lama sepertinya kamu mengacuhkanku. Sudah lama rasanya aku menahan sesak di dada ini, sakit sekali andai kamu tau. Rasanya aku lebih memilih merasakan sakit asma daripada harus merasakan sakit olehmu. Kalau asma masih banyak obatnya yang bisa aku beli di berbagai apotek, nah kalau sakit karenamu? Aku bisa apa? Merintih. Iya aku selalu berteriak menahannya dalam diamku.

Kenapa menyayangimu begitu menyakitkan? Jawab kenapaaaaa? Beri aku penjelasan kenapa? Jelaskan padaku!
Aku sudah cukup sabar menanggapi setiap jengkal sikap kekanak - kanakanmu, apalagi saat kamu sedang bersitegang dengan kekasihmu? Aku selalu mendengarkan curhatanmu dengan baik kan? Aku selalu diam saat kamu mulai melampiaskan kemarahanmu itu karena kekasihmu kan? Aku pernah mengeluh saat kamu tiba - tiba jadi sosok yang sangat cuek atau kadang jadi sosok yang sangat menyenangkan? Selalu berhasil membuatku merasa sangat nyaman sekaligus secara tiba - tiba menghilang tanpa kata. Dan saat kamu tiba - tiba kembali aku pernah protes? Aku pernah marah - marah sepertimu karena sifatmu itu? Wanita mana lagi yang rela mencintaimu sampai berdarah - darah seperti ini?

Silahkan lakukan apapun yang membuatmu senang. Kamu boleh datang lalu tiba - tiba menghilang. Kamu boleh mendekat lalu tiba - tiba menjauh. Kamu boleh berpura - pura peduli kemudian tiba - tiba tak acuh. Kamu boleh berpura - pura menghibur lalu tiba - tiba kabur. Silahkan.

 Kenapa mencintaimu harus seberjuang ini? Kenapa satu - satunya yang membuat bisa move on itu justru kamu? Kalau seperti ini namanya bukan move on, tapi tetep aja stuck sama satu hati, cuma pindah hati. Sial.
Ketika ada orang lain yang jauh lebih benar - benar peduli, yang justru selalu ada, yang selalu rela memperjuangkanku, bodohnya aku tetap memilih kamu.

Aarrrgh rasanya aku sudah lelah. Ingin sekali pergi jauh. Ingin rasanya melupakan setiap butir luka. Ingin meninggalkan tapi tak benar - benar rela pergi.

Semoga tak akan ada lagi wanita lain yang di tengah malam dengan penuh air mata tapi masih sanggup menulis tentangmu. Seperti aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar