Blogroll

Minggu, 18 Mei 2014

Untuk Lelaki Enam Maret

Aku berhasil dibuat gila jatuh cinta oleh seorang pengusaha sound system di Kota Bunga ini. Dia satu-satunya yang berhasil membuatku merasakan kembali bagaimana rasanya menggilai seseorang. Dia satu-satunya yang berhasil membuatku pada akhirnya dapat berpaling dari lelaki yang sudah 2 tahun ini aku telah berusaha keras untuk melupakannya. Dan  yang lebih indahnya lagi, di satu-satunya orang yang membuatku mulai berpikir tentang sebuah pernikahan. Yah, aku sendii heran dengan cara berpikirku kali ini. Sebelumnya aku tidak pernah berpikir sedikitpun tentang sebuah pernikahan. Bahkan ketika setiap orang bertanya pun aku selalu menjawab bahwa aku sama sekali belum ingin untuk menikah. Tapi semenjak bersamanya, rasanya aku termakan omonganku sendiri, rasanya cara berpikirku mulai tidak normal. Tapi ini memang sungguh aneh. Aku mulai berpikir ingin memulai sebuah keluarga harmonis. Iya, tentu saja dengan dia, dengan seorang anak. Ah tapi terlalu jauhkan Tuhan? Biarlah, izinkan imajinasiku kali ini menari-menari.
Karena bersamanya aku tak peduli akan sebuah fisik atau apapun yang dulu aku selalu pertimbangkan untuk mencari seorang lelaki. Yang aku rasakan selama ini hanya kenyamanan yang selalu dia berikan saat kita bersama, itu saja cukup. Diam di dekatnya saja sudah terasa begitu nyaman, apalagi di dalam peluknya. Rasanya ingin aku hentikan waktu ini saat tubuhku hanyut dalam pelukan hangatnya.
Namun sebenarnya dia lelaki paling cuek, paling tidak perhatian, paling tidak romantic menurutku. Tapi justru itu, sedikit perhatian dan sedikit kadang keromantisannya itu akan membuatku merasa bahagia sekali. Dan aku menyadari dia orang yang super sibuk, tak sempat untuk memberikan perhatian berlebih. Satu hal yang sangat aku benci dari dia yaitu saat dia sudah bekerja dia sama sekali tidak akan mau diganggu, dan tentu saja tidak akan mengabariku, kadang sampai seharian. Hampa sekali rasanya tanpa kamu, andai kamu tau!
Aku hanya ingin menyampaikan, aku sangat mencintaimu. Rasanya sudah terlalu jauh aku mencintaimu. Rasa ketakutan kehilanganmu ini sudah berlebih. Rasanya aku sudah tidak bisa lagi kalau nantinya harus berpaling darimu. Jangan, jangan membuatku harus tertekan lagi pada satu orang. Aku mohon nanti jangan buat aku tetap mencintaimu saat kamu sudah mulai melupakan. Jangan lagi membuatku harus tetap mencintai seseorang dengan begitu sakitnya lagi, jangaan lagi, aku mohon.
Tuhan, izinkan aku untuk merealisasikan imajinasiku untuk bersanding bersamanya dalam sebuah  resepsi pernikahan, untuk menyandang foto prewedding dalam sebuah undangan, untuk saling mengikrarkan sebuah janji hidup bersama dalam sebuah acara yang sangat sacral, dan izinkan dia yang menjadi pemimpin bagiku untuk menuju akhiratmu Tuhan, agar kelak kita aka tetap bersama di dunia kekalmu. Aku mencintainya untukmu, Tuhan.
Namun jika Engkau menghadirkan dia hanya sebagai warna sesaat dalam hidupku, sebagai penghibur sesaat, bantu aku untuk benar-benar melepasnya jika memang harus Tuhan. Selalu berikanlah kebahagiaan kepada kita berdua. Siapapun jodohnya, siapapun jodohku, semoga memang itu yang terbaik, karena jalanMu akan selalu indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar