Blogroll

Sabtu, 11 Oktober 2014

Silahkan Pergi ...

Sekuat tenaga aku memejamkan mata, pikiranku serasa sangat kacau malam ini. Dan sekuat tenaga pula selama dua bulan ini aku berusaha tegar, membiasakan diri tanpa kabarmu, membiasakan diri tidak mengabarimu pula, membiasakan diri untuk tidak candu akan hadirmu. Ketika dua bulan sudah kamu tidak berusaha menghubungi , aku sadar diri. Selama ini ada yang lebih kamu prioritaskan jauh lebih daripada aku. Aku hanyalah sebutir debu di jalanan yang kau abaikan. Karena itu aku akan lebih memilih mundur. Lebih memilih menata kembali kepingan hati yang mulai berantakan, memainkan puzzle hatiku sendiri. Oh but now I miss you so bad, Tuan 6 Maretku.
Kamu satu-satunya yang bisa lebih membuatku merasa nyaman dibanding dengan lelaki yang rela memberikan segala-galanya untukku itu. Bodohnya aku lebih memilih kenyamanan sesaat itu, kamu. Aku memang wanita bodoh yang gampang dibohongi, meleleh karena sejuta rayuan gombal dan gampang percaya dengan berbagai janji manis.
Sampai tiba-tiba kamu datang, dengan beribu alasan dan beribu kata maaf. Semudah itu sayang? Kamu piker aku tidak berusaha mati-matian untuk mematikan rasa ini. Cinta, sayang, rindu, benci, marah, kesal. Kamu kira selama ini aku juga baik-baik saja tanpa kabarmu?
Kalau kamu hanya butuh persinggahan, kenapa kau sendiri pula yang dulu memintaku untuk berkomitmen bersama? Bahkan mesin waktu doraemon pun tak akan membuat kita kembali seperti dulu. Energiku sudah terkuras banyak selama ini untu menghapusmu dan aku hampir berhasil sayang lalu tiba-tiba kamu datang lagi.
Kamu kira dengan segala pesan panjang lebarmu itu aku akan dengan mudah menerimamu kembali? Harus berapa lama lagi aku jadi wanita bodohmu yang bisa selalu kau bohongi? Dan dengan gampangnya lagi kamu bilang ingin kita yang dulu? Selama ini kamu kemana? Mati suri? Atau kamu baru bangun dari hibernasimu? Atau lebih parah lagi dalam waktu sekian lama itu kamu berusaha mencari orang lain yang kamu anggap akan lebih baik dariku lantas kau tak menemukannya lalu kembali padaku?
Aku tidak seperti di pikiranmu yang menuduhku dengan gampangnya selama ini aku tak mencarimu karena aku sibuk dengan lelaki lain. Aku punya alasan untuk tidak memperjuangkanmu lagi. Silahkan beranggapan buruk terhadapku sesuka hatimu. Dan masih dengan alasan yang sangat membosankan kamu bertanya tentang hubungan kita? Maaf. Silahkan pergi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar