Aku berhasil dibuat gila jatuh cinta oleh seorang pengusaha
sound system di Kota Bunga ini. Dia satu-satunya yang berhasil membuatku
merasakan kembali bagaimana rasanya menggilai seseorang. Dia satu-satunya yang
berhasil membuatku pada akhirnya dapat berpaling dari lelaki yang sudah 2 tahun
ini aku telah berusaha keras untuk melupakannya. Dan yang lebih indahnya lagi, di satu-satunya orang
yang membuatku mulai berpikir tentang sebuah pernikahan. Yah, aku sendii heran
dengan cara berpikirku kali ini. Sebelumnya aku tidak pernah berpikir
sedikitpun tentang sebuah pernikahan. Bahkan ketika setiap orang bertanya pun
aku selalu menjawab bahwa aku sama sekali belum ingin untuk menikah. Tapi semenjak
bersamanya, rasanya aku termakan omonganku sendiri, rasanya cara berpikirku mulai
tidak normal. Tapi ini memang sungguh aneh. Aku mulai berpikir ingin memulai
sebuah keluarga harmonis. Iya, tentu saja dengan dia, dengan seorang anak. Ah tapi
terlalu jauhkan Tuhan? Biarlah, izinkan imajinasiku kali ini menari-menari.
Karena bersamanya aku tak peduli akan sebuah fisik atau
apapun yang dulu aku selalu pertimbangkan untuk mencari seorang lelaki. Yang aku
rasakan selama ini hanya kenyamanan yang selalu dia berikan saat kita bersama,
itu saja cukup. Diam di dekatnya saja sudah terasa begitu nyaman, apalagi di
dalam peluknya. Rasanya ingin aku hentikan waktu ini saat tubuhku hanyut dalam
pelukan hangatnya.
Namun sebenarnya dia lelaki paling cuek, paling tidak
perhatian, paling tidak romantic menurutku. Tapi justru itu, sedikit perhatian
dan sedikit kadang keromantisannya itu akan membuatku merasa bahagia sekali. Dan
aku menyadari dia orang yang super sibuk, tak sempat untuk memberikan perhatian
berlebih. Satu hal yang sangat aku benci dari dia yaitu saat dia sudah bekerja
dia sama sekali tidak akan mau diganggu, dan tentu saja tidak akan mengabariku,
kadang sampai seharian. Hampa sekali rasanya tanpa kamu, andai kamu tau!
Aku hanya ingin menyampaikan, aku sangat mencintaimu. Rasanya
sudah terlalu jauh aku mencintaimu. Rasa ketakutan kehilanganmu ini sudah
berlebih. Rasanya aku sudah tidak bisa lagi kalau nantinya harus berpaling
darimu. Jangan, jangan membuatku harus tertekan lagi pada satu orang. Aku mohon
nanti jangan buat aku tetap mencintaimu saat kamu sudah mulai melupakan. Jangan
lagi membuatku harus tetap mencintai seseorang dengan begitu sakitnya lagi,
jangaan lagi, aku mohon.
Tuhan, izinkan aku untuk merealisasikan imajinasiku untuk
bersanding bersamanya dalam sebuah
resepsi pernikahan, untuk menyandang foto prewedding dalam sebuah
undangan, untuk saling mengikrarkan sebuah janji hidup bersama dalam sebuah
acara yang sangat sacral, dan izinkan dia yang menjadi pemimpin bagiku untuk
menuju akhiratmu Tuhan, agar kelak kita aka tetap bersama di dunia kekalmu. Aku
mencintainya untukmu, Tuhan.
Namun jika Engkau menghadirkan dia hanya sebagai warna
sesaat dalam hidupku, sebagai penghibur sesaat, bantu aku untuk benar-benar
melepasnya jika memang harus Tuhan. Selalu berikanlah kebahagiaan kepada kita
berdua. Siapapun jodohnya, siapapun jodohku, semoga memang itu yang terbaik,
karena jalanMu akan selalu indah.