Kamu harusnya tau, kamu harusnya bisa membayangkan bagaimana
rasa rindu ini, rindu terlarang, rindu yang seharusnya tak boleh kurasa lagi.
Sakit. Sesak. Aku merindukan kamu yang sudah
menjadi lelaki wanita lain, kamu yang (semoga) bahagia dengan wanitamu
sekarang, kamu yang (mungkin) tak pernah lagi mengingatku, kamu yang ……. Ah aku
lelah selalu berusaha mengenal setiap detail tentang dirimu. Karena yang
sebenarnya ingin kulakukan hanyalah berbisik rindu padamu. Itu saja. Sederhana.
Maafkan aku yang selalu mengeluh karena lelah akan rindu
ini, memenuhi setiap jejaring sosialku karena keluhan rinduku. Karena aku tau
tak ada jalan lain untuk meluapkan rasa terlarang ini. Yang harusnya aku sudah
tidak berhak lagi merindukanmu. Maaf.
Jadikan aku wanita yang tegar Tuhan. Bukan wanita yang rapuh
hanya karena dia. Jadikan aku wanita kuat. Kalaupun aku tak bisa kuat Tuhan,
izinkan aku untuk sekedar berpura – pura menjadi wanita yang kuat. Selalu
tersenyum dalam suasana apapun. Aku hanya ingin orang lain melihat senyumku
selalu. Jangan biarkan mereka mengenal tangisku Tuhan.