Hei jelek -_- apa kabar? Sudah lama aku tak mendengar kabarmu sayang. Tak adakah niatan darimu untuk sekedar menghubungiku, menmberitahuku bahwa kamu baik – baik saja disana. Sedangkan aku sedang tak cukup baik malam ini. Kepalaku pusing, terlalu banyak air mata berlinang malam ini. Dan masih terlalu banyak tentang kamu dipikiranku. Padahal semuanya telah berlalu hampir satu tahun yang lalu, tapi semua kenangan itu masih teringat jelas. Ternyata melupakanmu dan semua kenangan kita tak semudah menghilangkan rasa sakit yang pernah kamu kenalkan. Semua sakit itu sekilas akan terlupakan saat aku mulai merindumu dan membayangkan kebahagiaan kita dulu.Dulu kita saling bahagia kan? Dulu kita berjanji akan selalu bersama kan? Dulu kau bilang akan setia menungguku kan? Dulu semuanya indah denganmu. Tapi itu dulu, semua itu hanya dulu, hampir satu tahun yang lalu. Bahkan aku masih menyimpan sebagian pesan darimu dulu. Pesan yang bisa membuatku merasa terbang melayang sekaligus bisa menjatuhkanku saat itu juga. Dan sungguh aku merindukan kita yang dulu. Sangat rindu -_-Aku masih ingat bagaimana menyakitkannya saat merindumu dulu. Yah sampai sekarang pun merindumu itu tetap menyakitkan. Persamaannya lagi aku cuma bisa menangis saat merindukanmu. Tapi dulu aku masih bisa merengek kepadamu saat aku rindu, aku masih bisa bercerita kepadamu bahwa aku rindu kamu. Tapi apa daya jarak yang menghambat semuanya. Jombang – Magelang. Itu bukanlah jarak yang dekat bagi kita yang dulu masih berkantong pelajar. Aku tau, makanya aku tak pernah memaksamu untuk mendatangiku. Aku bukan cewek kekanak – kanakan egois yang tidak memikirkan kondisi dan keadaanmu. Dan sekarang saat aku merindumu, kepada siapa aku bisa mengadu? Aku sudah tak punya hak lagi untuk mengganggumu dan merengek kepadamu bahwa aku rindu. Lalu sekarang aku bisa apa?Yah senjata tak tertahankan seorang wanita, air mata. Cuma lewat air mata ini aku bisa melampiaskan semuanya. Dan hanya kepada Tuhan aku akan bercerita bahwa aku rindu kamu. Semoga saja Tuhan segera menyampaikan pesanku untukmu.
IT'S ALL ABOUT MY LIFE . INI CERITA TENTANG HIDUP SAYA , REALITA DENGAN SEDIKIT SENTUHAN IMAJINASI OTAK SAYA :)
Rabu, 26 September 2012
Masih Kamu Jelek :'
Selasa, 18 September 2012
Pergilah PEMBUAL !
Aku tau aku hanya tempatmu berteduh , atau dengan kata yang agak kasar pelampiasan. Aku hanya tempat bersandarmu saat tak ada orang lain yang peduli kepadamu. Aku hanya tempatmu bercerita semua kesedihanmu, kesengsaraanmu. Dan saat kau senang tentu saja kau akan pergi dengan wanita lain, wanita – wanita jalang.Pergilah saja Pembual! Menjauh dari pandanganku dan kehidupanku! Aku muak melihat wajah penuh kebohongan itu. Urusi saja sendiri semua skenario gilamu itu. Jangan pernah seret aku masuk dalam alur ceritamu. Aku tak mau dan tak akan pernah mau.Aku sadar peranku bagimu. Aku hanyalaah boneka yang akan kau ajak bicara dan kau ajak bermain saat kau sedang kesepian dan membutuhkan seseorang untuk menemanimu dan akan segera kau buang lagi saat kau menemukan boneka lain yang lebih.Sungguh menyakitkan menjadi dirimu. Tak pernah bisa merasakan rasa cinta yang sebenarnya dan tak pernah merasakan indahnya sebuah kesetiaan.
Minggu, 02 September 2012
Semua Pergi
Aku terdiam merenungkan semua ini, sampai pada akhirnya aku
pasti akan menangis setiap kali memikirkannya. Aku rapuh? Memang. Tapi aku akan
selalu berusaha terlihat tegar saat di depan kalian. Tenang saja aku takkan
mengagetkan kalian dengan tiba – tiba menangis di depan kalian. Aku masih bisa
menahan setiap hasrat untuk mengeluarkan air mata ini. Aku tak akan dan tak
ingin terlihat lemah di mata kalian sehingga kalian tak perlu merasa kasian
kepadaku. Setidaknya aku masih bisa terlihat tegar di mata kalian sampai saat
ini.
Aku sudah terbiasa memendam rasa kecewa, sedih karena ulah
kalian itu sendiri. Aku sudah terbiasa menangis tengah malam ketika mengingat
kalian. Aku rindu. Rindu semua tentang kalian. Kasih sayang, perhatian, canda,
tawa yang pernah kalian berikan.
Aku mengingat masa kecilku. Dimanja. Kalian begitu
menyayangiku saat itu dan itu saat
membahagiakan. Dan yang lebih membahagiakan adalah karena aku belum mengerti
rasanya patah hati, disakiti, dikhianati. Aku sungguh ingin kembali di saat –
saat seperti itu.
Aku masih menerawang, mengingat lagi. Aku mulai beranjak
menjadi seorang remaja. Aku punya banyak teman. Dan itu menyenangkan. Belajar
bersama , bermain, pergi bersama. Menyenangkan. Aku mulai mengerti rasa cinta.
Mencintai dan dicintai. Semuanya indah tapi selalu berakhir dengan buruk.
Sakit. Banyak orang yang datang kemudian menghilang. Mereka hanya singgah,
mengajarkanku tentang kasih sayang juga sakit hati. Dan sekarang aku harus
belajar melupakan mereka. Aku yakin Tuhan
akan memberikan yang lebih baik dari mereka.
Dan semua kebahagiaan itu terasa pergi begitu saja. Sekarang
aku sudah dewasa, dan semua justru menghilang. Kalian semua meninggalkanku.
Atau mungkin aku yang meninggalkan kalian? Entah…
Yang aku rasa kini hanyalah sepi. Aku sendiri. Aku sebenarnya
bisa saja berdiam di rumah, menunggu kalian agar kita tetap bisa bersama. Tapi
aku berusaha melawan semua itu. Bukankah aku harus tetap hidup? Belajar,
bekerja, dan mungkin meninggalkan kalian. Semua itu menyedihkan. Menjalani
semua itu tanpa kalian serasa pohon tanpa buah, masakan tanpa garam, hidup
tanpa cinta. Hambar. Mungkin disinilah aku harus belajar. Belajar untuk jauh
dari kalian, belajar untuk meninggalkan kalian. Sebenarnya tidak benar – benar
meninggalkan. Ini semua hanya sementara sampai kalian yang akan benar – benar
pergi meninggalkanku untuk selamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)