Blogroll

Sabtu, 28 Juli 2012

HEI JODOHKU 


HEI JODOHKU,
Apa kabar? Kamu baik – baik kan disana? Aku harap seperti itu. Aku tak pernah dan semoga saja tak akan pernah lelah untuk selalu mendoakanmu. Mendoakan kita. Berdoa agar aku dan kamu selalu diberikan kesabaran oleh Tuhan untuk saling menanti. Aku disini, kamu? Entah dimana. Aku masih belum tau, dan semoga saja Tuhan segera memberitahuku dimana keberadaanmu, atau jika tidak semoga saja Tuhan segera memberitahumu dimana kamu bisa menemukanku.
Bersabarlah sayang, mungkin Tuhan tengah membiarkan kita berjalan sendiri – sendiri untuk sementara ini, agar kita belajar dari setiap kehidupanNya.  Dan saat kita sudah siap Tuhan pasti akan mempertemukan kita dengan caranya sendiri tanpa kita tau. Semuai itu pasti akan berjalan indah sesuai rencanaNya. Yah rencana Tuhan selalu indah untuk makhluknya.
Berjuanglah sayang, berjuang untuk segera bertemu denganku. Aku ingin sekali tau tentangmu, mengenalmu, menatap mata indahmu, mendengar setiap tutur lembutmu, merasakan hangat sentuhmu. Aku butuh kamu. Aku butuh kamu untuk menghapus semua masa lalu bersama mantan kekasihku, menghapus kenangan menyakitkan itu. Aku sudah sangat ingin melupakan mereka.  Aku yakin kamulah yang bisa membantu menghapus mereka. Dan yang aku mau sekarang cuma kamu. Segeralah datang sayang.
Jaga diri disana ya, aku selalu menantimu. Selamat berjuang untuk bertemu denganku 

Senin, 23 Juli 2012

LELAKI IMPIAN


Dia sangat menghargai wanita, dia mampu menjaga setiap perkataan dan perilakunya agar tidak menyakiti orang lain. Dia tak pernah menyentuhku selama 4 tahun kita berpacaran. Pernah hanya satu kali dia menyentuh tanganku, kemudian dia langsung berkali-kali meminta maaf atas perilaku lancangnya itu. Namanya Fahmi. Lelaki arab yang tak pernah disukai oleh ibuku. Dan akhirnya kita harus backstreet selama 4 tahun.
“Sudahlah Fahmi, percuma semua ini. 4 tahun sudah aku berusaha meyakinkan orang tuaku, begitu juga kamu. Tapi hasilnya tetap nihil.”
“Tapi kita akan tetap memperjuangkannya kan?”
“Tidak. Aku lelah. Sudah cukup lelah.”
“Kita akan jalani semua ini bersama-sama Mel.”
“Aku bilang percuma Fahmi. Semua akan percuma jika pernikahan kita tanpa restu orang tua.”
“Baiklah kalau itu memang maumu.”
“Kalau kita memang berjodoh, aku yakin Tuhan akan menyatukan kita lagi nanti suatu saat.”
Hening.
***
Entah apa yang ada dipikiran mereka, keduanya tak menyetujui hubunganku dengan Fahmi. Baik orang tuaku maupun orang tua Fahmi. Apa karena aku bukan wanita berkerudung dan berhidung mancung seperti kebanyakan orang di tempat lahir mereka ? tapi setidaknya aku bukan wanita murahan yang mudah saja jalan dengan lelaki lain. Aku masih mampu menjaga kehormatanku dengan baik. Layaknya kamu yang juga mampu menjaga hatiku dengan sangat baik selama ini.
Tapi sudahlah, aku terlalu lemah untuk mempertahankanmu, untuk meyakinkanmu kepada orang tuaku. Kita memang bisa saja kawin lari tanpa restu mereka, tapi kita sependapat untuk tak melakukannya. Kita berpikir apalah arti pernikahan kita nanti jika tanpa restu orang tua? Kita hidup tidak hanya untuk kebahagiaan kita berdua kan? Aku suka sekali cara berpikirmu itu. Sangat dewasa.
***
Setelah beberapa tahun aku memutuskan untuk menikah dengan pria lain. Entah apa yang membuatku memutuskan untuk mengiyakan ajakannya untuk menikah. Dia baik, tapi tak sebaik kamu dalam menjaga perasaan wanita. Pasti beruntung sekali wanita yang berjodoh denganmu. Aku juga sayang dia. Tapi sampai sekarang rasa sayangku masih lebih untukmu.
Aku ingin menghubungimu, mengundangmu ke resepsi pernikahanku nanti. Tapi aku takut menyakitimu, aku pun mengurungkan niatku. Mungkin aku akan memberitahumu setelah pernikahanku selesai saja.
“Hallo Mel.”
“Hallo. Apa kabar Fahmi?”
“Alhamdulillah baik. Kebetulan aku juga mau menghubungimu tadi.”
“Wah ada apa nih?”
“Kamu dulu dong yang cerita ada apa kok ingin menghubungiku.”
“Baiklah. Aku cuma ingin memberitahu kalau aku sudah menikah kemarin.”
“Benarkah? Sebenarnya aku juga ingin memberitahu hal yang sama Mel.”
“Jadi kamu juga sudah menikah?”
“Iya baru kemarin juga. Maaf tidak mengundangmu.”
“Tak apa Fahmi. Maaf juga aku tak mengundangmu.”
“It’s fine. Salam ya buat suamimu.”
“iya, salam juga untuk istrimu.”
Tut tut . .
***
 Kita masing sering berkomunikasi sejak dulu. Bukan sering juga sebenarnya, karena jarang juga. Tapi kita masih sempat sekedar menyapa di waktu luang dan saling menanyakan kabar
“ Hallo Mel.”
“Hei apa kabar?”
“Baik Mel. Kamu bagaimana?”
“Alhamdulillah baik juga. Kebetulan sekali padahal aku tadi juga ingin menelponmu.”
Sering sekali terjadi hal seperti iti. Saat aku takut untuk menghubunginya, Tiba – tiba saja dia yang menghubungiku terlebih dahulu. Dan sebaliknya saat aku menghubunginya dia sering bilang bahwa sebenarnya saat itu dia juga ingin menghubungiku. Entahlah ikatan batin kita masih terasa masih sangat kuat, meskipun sudah sekitar sekitar 7 tahun sejak kita memutuskan untuk berpisah. Hingga saat ini, saat aku sudah bercerai kita seperti tetap memiliki ikatan batin itu.
Yah hanya beberapa bulan sejak pernikahanku itu kami bercerai. Entahlah mungkin sudah takdir Tuhan. Aku juga tak ingin menceritakan tentang pernikahanku dengan dia ini secara detail. Aku tak bersemangat untuk menceritakan tentang pernikahan yang berakhir dengan perceraian ini. Aku hanya cukup bercerita bahwa aku pernah menikah dengan dia, dan sekarang kita sudah bercerai.
Tapi yang perlu aku ceritakan hanya bahwa ternyata masih ada hatiku yang terbuka untuk Fahmi. Aku tak bisa melupakannya. Aku suka sekali cara dia memperlakukan wanita dengan sangat sopan. Aku kagum kepada dia. Tak ada lelaki lain yang bisa membuatku seperti ini. Tapi tenang saja Fahmi, aku takkan mengganggu rumah tanggamu. Aku cukup senang melihat kamu bahagia dengan wanita lain. Aku masih yakin jika berjodoh Tuhan akan menyatukan kita lagi. Setidaknya sampai saat ini cuma kamu satu – satunya yang berhasil membuatku kagum pada sosok seorang pria. Dan setiap orang bertanya kepadaku kapan aku akan menikah lagi aku selalu menjawab “Aku hanya akan menikah lagi jika Fahmi lah jodohku, atau setidaknya jika aku menemukan pria lain seperti Fahmi.”

Kamis, 12 Juli 2012

KAMU dan AKU

Aku sudah terbiasa sendiri , kesepian .
memendam semuanya perasaanku sendirian .
biarlah , aku sudah terbiasa seperti itu .
tak ada teman berbagi kisah , sedih maupun bahagia .
merasakan semua kesakitan ini sendiri .
biarlah hanya aku yang merasakan sakitnya .
aku tak ingin orang lain mengenal rasa sakit ini juga .

KAMU !
Kamu yang mengenalkan itu semua kepadaku .
Bahagia , kasih sayang , cinta , dan juga rasa sakit hati .
Kamulah alasan atas setiap rasa bahagiaku dan kamu juga alasan atas setiap rasa sakitku .
Semua ini karena kamu !
Tapi aku ingin berterima kasih kepadamu , karena rasa sakit yang kau torehkan ini akan membuatku belajar menjadi wanita yang lebih tegar .
Dan juga karena rasa sakit ini aku masih bisa menulis .
Menulis tentang semua kesakitan yang kenalkan kepadaku .

Maaf jika aku masih suka memikirkanmu .
Maaf jika aku masih suka memperhatikanmu secara diam – diam .
Maaf jika aku masih suka menangis untukmu .
Dan maaf aku belum bisa menjadi wanita yang sepenuhnya tegar untuk melepasmu .

Semoga kamu dan aku bahagia dengan jodoh kita masing – masing nanti .
Aku yakin Tuhan telah memilih orang yang tepat untuk KAMU dan AKU

Rabu, 11 Juli 2012

UNTUKMU JELEK !


AKU BENCI KAMU !
Aku benci diriku karena dirimu ! aku benci karena aku tak bisa melupakanmu . sedangkan kamu begitu mudahnya berpindah - pindah ke hati wanita - wanita lain . kamu tahu bagaimana rasanya jadi aku ? menyesakkan . ah kamu tak tahu dan pasti tak ingin pernah ingin tahu apa yang aku rasakan .
Aku sudah berusaha merelakanmu dengan wanita - wanita pilihanmu . berusaha untuk tidak mau tahu semua tentangmu dan wanita – wanitamu . namun entah energi apa yang ada dalam diriku yang selalu mendorongku untuk selalu ingin tahu tentangmu , apa yang kamu lakukan , dengan wanita mana kamu sekarang , bahagiakah kamu dengan wanita itu atau kamu malah merasakan sakit sepertiku . setiap kebahagianmu dengan wanita lain itulah kesediahanku . memang menyakitkan tapi entah aku menikmati sakit itu . aku candu untuk selalu memantaumu dan wanita – wanitamu dari berbagai sosial network tanpa kamu tau . aku diam – diam selalu mengintaimu . berbulan – bulan itulah rutinitas yang paling aku senangi namun menyakitkan .
Aku tahu aku bodoh , aku tau aku juga gila . itu karenamu jelek ! mengapa aku tak berusaha saja mencari lelaki lain daripada menyibukkan diri mengintaimu di berbagai sosial network ? entahlah … aku sendiri belum menemukan jawaban yang pantas untuk aku jadikan alasan atas pertanyaan itu .
Aku lelah . fisikku lelah , otakku lelah memikirkanmu , hatiku lelah olehmu karena ulahku sendiri . sakit . dan sekarang setelah kamu usai dengan semua wanita – wanitamu itu kamu kembali padaku ? kamu dating tanpa rasa salah ? kamu pikir aku apa ? kamu piker aku baik – baik saja atas semua kelakuanmu itu ? tidak . aku bukan bonekamu yang bisa kamu permainkan seenaknya sesuai jalan ceritamu sendiri . aku memang wanita merdeka , tapi hatiku tidak , hatiku masih saja dijajah olehmu .
Aku  muak . aku sudah benar – benar muak saat aku merindu tapi aku hanya bisa mewujudkannya melalui air mata . aku lelah andai kamu tahu .
Mungkin aku juga terlalu pengecut . aku tak pernah mengatakan semua unek – unek  ini langsung kepadamu . aku terlalu lemah untuk mengatakannya langsung kepadamu . aku hanya tak mau menyakitimu dengan perkataanku ini yang mungkin bisa saja menyakitimu .
Jika kamu membaca tulisan ini , aku ingin kamu tahu aku sangat merindumu malam ini . tapi sudahlah abaikan ! aku hanya ingin memohon satu hal padamu . izinkan aku dan bantu aku melupakanmu . aku mohon :’(
Mencintaimu dengan cara seperti ini sungguh menyiksaku .


Ditulis didalam sepinya malam yang hanya ditemani air mata :’(