Blogroll

Rabu, 18 Juni 2014

Senyuman Dua Minggu yang Lalu

Selamat malam lelaki paling kharismatik yang pernah aku kenal :)
Tengah malam seperti ini aku masih sempatnya berusaha memikirkanmu, sampai menulis tentangmu seperti ini. Aku masih terbayang sekali senyummu dua minggu yang lalu itu. Oh begitu manisnya.
Kamu adalah satu-satunya orang yang dari awal mengenalmu aku sudah ikhlas kalau kamu tidak akan pernah jadi bagian dalam hidupku. Satu-satunya orang yang dari awal aku tak pernah berharap lebih tentang apapun terhadapmu. Satu-satunya orang yang cukup aku kagumi, bukan hanya cukup, tapi sangat aku kagumi. Satu-satunya orang yang aku rela mau kamu abaikan seperti apa lagi aku. Iya kamu Pin, cuma kamu.
Satu-satunya orang yang selalu kusebut dalam doa. Bukan berdoa agar kamu berpaling dan menjadi kekasihku. Aku hanya berdoa agar setidaknya kekasihku nanti seperti kamu. Sholeh, rajin sholat, ramah, asik. 
Aku suka wajah berserimu setelah terbasuh air wudhu itu. Aku suka wajah teduhmu setelah sholat empat rakaat di kantorku itu. Oh wajah itu yang selalu aku sebut dalam doaku Tuhan, itu dia.
Iya aku baru tau, ternyata kamu sudah punya kekasih yang sama sholehnya denganmu, syukurlah. Aku tak marah, karena dari awal aku sudah bilang bahwa aku sudah cukup sadar kalau kamu tidak pernah jadi bagian dalam hidupmu. Aku cukup sadar.
Aku hanya ingin mencurahkan melalui tulisan. Nyaliku cukup ciut untuk mengatakan sebenarnya. Lagi pula aku tidak ingin mengganggu hubungan baikmu dengan kekasihmu.
Maaf, tapi aku hanya memohon satu hal padamu. Izinkan aku untuk tetapi menikmati sebuah senyummu saja. Tetaplah tersenyum semanis dua minggu yang lalu itu.