Menunggu, menunggu dan menunggu …
Membosankan. Tapi aku tak pernah lelah dengan hal membosankan itu. Bahkan aku
senang melakukan hal membosankan itu setiap malam hanya agar bisa bertemu
denganmu meski hanya lewat sebuah jejaring sosial.
Yah hubungan kita memang hanya sebatas chat di facebook. Tak
pernah lebih. Atau mungkin kita sendiri yang tak menginginkan lebih dari itu?
Entah. Itu terlalu rumit. Karena tak ada salah satu pun dari kita yang
berkeinginann untuk saling bertukar nomer hp bahkan untuk saling bertemu. Tidak
ada. Semuanya sederhana, hanya sebatas chat. Tapi entahlah rasa yang tiba –
tiba ada ini tak sesederhana itu. Aku selalu mengharap setiap malam saat aku
membuka facebook namamu sudah ada di daftar chat, melakukan hal yang sama biasa
aku lakukan. Menunggumu. Tapi kemana kamu malam ini? Aku rindu. Benar – benar rindu.
Sungguh rasa ini benar – benar menyiksa. Tak ada yang bisa
aku lakukan. Aku hanya bisa diam, menangis, menunggumu tanpa sebuah kepastian.
Terlarangkah rasa ini? Salahkah yang aku rasakan ini? Memang
tak seharusnya aku merindukanmu. Aku sadar aku bukan siapa – siapa. Aku hanyalah secercah kata tak
bermakna bagimu. Tempatmu bersandar sesaatmu. Mungkin sekarang kamu sedang
dengan kekasihmu. Yah aku harus menerima itu. Kamu dan semua perasaan ini tak
seharusnya nyata. Semua hanyalah maya.