Blogroll

Selasa, 23 Oktober 2012

Kamu Berbeda

Aku suka caramu mencintaiku ...
Aku suka caramu mempedulikanku ...
Aku suka cara kamu memperhatikanku ...
Aku suka semua caramu memperlakukanku ...

Kamu berbeda ...
Begitu juga dengan cintaku ini, berbeda...

Aku akan butuh tenaga ekstra untuk melupakanmu. Dan tentu saja akan butuh waktu yang tak singkat. Setidaknya tak sesingkat untuk mencintaimu. Melupakanmu tak sesederhana mencintaimu. Ini terlalu rumit. Entahlah aku harus menggunakan bahasa apa lagi agar otakku mengerti perintahku untuk berhenti memikirkanmu. Otakku sedang bandel untuk kali ini, setiap kali aku menyuruhnya untuk sedikit berusaha melupakanmu. Tak seperti saat pertama kali aku mulai mencintaimu.
Semua ini sudah terlalu menyiksa bagiku. Selalu memikirkanmu, sedang kamu ? mungkin ingat denganku saja tidak. Iya kan?
Beri tahu aku cara melupakanmu!
Kamu sudah bahagia kan dengan pilihanmu? Sekarang biarkan aku juga bahagia tanpamu!

Selasa, 09 Oktober 2012

Semua ini Maya


Menunggu, menunggu dan menunggu …
Membosankan. Tapi aku tak pernah lelah dengan hal membosankan itu. Bahkan aku senang melakukan hal membosankan itu setiap malam hanya agar bisa bertemu denganmu meski hanya lewat sebuah jejaring sosial.
Yah hubungan kita memang hanya sebatas chat di facebook. Tak pernah lebih. Atau mungkin kita sendiri yang tak menginginkan lebih dari itu? Entah. Itu terlalu rumit. Karena tak ada salah satu pun dari kita yang berkeinginann untuk saling bertukar nomer hp bahkan untuk saling bertemu. Tidak ada. Semuanya sederhana, hanya sebatas chat. Tapi entahlah rasa yang tiba – tiba ada ini tak sesederhana itu. Aku selalu mengharap setiap malam saat aku membuka facebook namamu sudah ada di daftar chat, melakukan hal yang sama biasa aku lakukan. Menunggumu. Tapi kemana kamu malam ini? Aku rindu. Benar – benar rindu.
Sungguh rasa ini benar – benar menyiksa. Tak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya bisa diam, menangis, menunggumu tanpa sebuah kepastian.
Terlarangkah rasa ini? Salahkah yang aku rasakan ini? Memang tak seharusnya aku merindukanmu. Aku sadar aku bukan siapa – siapa. Aku hanyalah secercah kata tak bermakna bagimu. Tempatmu bersandar sesaatmu. Mungkin sekarang kamu sedang dengan kekasihmu. Yah aku harus menerima itu. Kamu dan semua perasaan ini tak seharusnya nyata. Semua hanyalah maya.