Aku benci saat malam - malam kesendirianku , sungguh benci . Otakku
selalu saja berusaha mengenang mengingat semua masa lalu kita . Senang ,
sedih , gembira , suka , duka . Tapi jujur aku suka saat mengingat itu
semua . Seolah aku masih menjalani semua itu denganmu . Seolah kita
masih bisa melanjutkan kisah bahagia kita dan menghapus sedihnya .
Tapi aku muak saat air mataku memberontak untuk keluar , menetes
membasahi pipiku . Kemudian tiba - tiba aku tersenyum kecil . Memang
gila ! Tapi aku menikmati kegilaan itu .
Aku masih ingat saat kita selalu berkhayal kita akan hidup bersama
bahagia dengan anak kita nanti . Ya hanya seorang anak . Kamu dan aku
mempunyai pola pikir yang sama tentang hal ini , kita sama - sama hanya
menginginkan seorang anak agar kita dapat memanjakan dia . Apakah kau
juga masih mengingatnya sayang ?
Ah mungkin kau lupa . .
Kamu selalu saja melupakan hal - hal yg slalu kuingat .
Apa kau tak lelah selalu berjalan berlari berputar di pikiranku ?
Andai kau tau itu sangat menyiksaku . Apa aku salah jika aku masih
suka mengingatmu meski kamu telah memilih wanita yg entah lebih baik
atau tidak dariku itu ?
Aku cuma meminta satu hal , izinkan aku untuk tetap merindumu . Aku
cuma butuh waktu untuk perlahan menerima bahwa sekarang tak ada lagi
kita , yang ada hanya aku , ya aku sendiri dan kamu dengan kekasih
barumu .