Blogroll

Jumat, 22 Juni 2012

Pria Kartanegara

Aku masih diam tertegun. Mencoba mengingat sosok bayangnya. Samar-samar. Aku memukul kepalaku sendiri, bodoh! Itu tentu takkan membantu.
Aku mencoba mengingat kejadian itu dari awal. Saat aku berjalan setengah lari karena rintik hujan yang turun membasahi tanah, baunya khas. Yah aku tak bisa benar-benar berjalan setengah lari, highheels 5 senti yg sedang ku pakai saat itu benar-benar menyiksa. Mungkin tidak terlalu tinggi bagi wanita yang telah terbiasa kemana-mana memakai highheels. Tapi aku ? aku hanyalah wanita yang mungkin setengah tomboy yang terpaksa harus memakai highheels.
Saat aku tengah berkonsentrasi menghindar dari beceknya jalan, tiba-tiba sosokmu menghentikan langkahku. Pengendara mio itu berhenti tepat di sampingku, lalu bertanya “mbak mau barengan ?” Pria itu menunjuk ke arah depan. Aku masih terpaku menatap sosok pria itu. Aku mencoba mengawati lekuk wajahnya dibalik jas hujan yang dia pakai. Menawan . Melihatku yang masih terdiam lantas dia berkata “saya juga mau ke sana.” Dia menunjuk ke arah depan. Aku pun menbuyarkan pandanganku. Dan tanpa berpikir panjang lalu berkata “engga usah mas, sudah dekat kok, terima kasih.” (padahal masih setengah perjalanan) Aku langsung berjalan pergi. Terkesan cuek. Dia pun langsung cabut meninggalkanku.
Aaarrrghh , sepanjang perjalanan aku membodohkan diriku sendiri. Aku hanya terlalu gerogi menghadapi pria seperti itu. Yang akhirnya aku salting dan pergi begitu saja. Dan sekarang aku menyesal telah melakukan hal tergesa-gesa itu, menyesal telah menolak tawaran pria yang sekarang tak mau pergi dari otakku.
Hei , kapan kita bias bertemu lagi ?
Kapan hujan akan turun lagi dan kamu akan menawariku untuk barengan sama kamu ? aku pasti akan mengiyakan tawaranmu. Aku selalu menunggumu Pria di Jalan Kartanegara ;)

Kamis, 21 Juni 2012

Untukmu Si Hidung Mancung

Aku benci saat malam - malam kesendirianku , sungguh benci . Otakku selalu saja berusaha mengenang mengingat semua masa lalu kita . Senang , sedih , gembira , suka , duka . Tapi jujur aku suka saat mengingat itu semua . Seolah aku masih menjalani semua itu denganmu . Seolah kita masih bisa melanjutkan kisah bahagia kita dan menghapus sedihnya .

Tapi aku muak saat air mataku memberontak untuk keluar , menetes membasahi pipiku . Kemudian tiba - tiba aku tersenyum kecil . Memang gila ! Tapi aku menikmati kegilaan itu .

Aku masih ingat saat kita selalu berkhayal kita akan hidup bersama bahagia dengan anak kita nanti . Ya hanya seorang anak . Kamu dan aku mempunyai pola pikir yang sama tentang hal ini , kita sama - sama hanya menginginkan seorang anak agar kita dapat memanjakan dia . Apakah kau juga masih mengingatnya sayang ?
Ah mungkin kau lupa . .
Kamu selalu saja melupakan hal - hal yg slalu kuingat .

Apa kau tak lelah selalu berjalan berlari berputar di pikiranku ?
Andai kau tau itu sangat menyiksaku . Apa aku salah jika aku masih suka mengingatmu meski kamu telah memilih wanita yg entah lebih baik atau tidak dariku itu ?
Aku cuma meminta satu hal , izinkan aku untuk tetap merindumu . Aku cuma butuh waktu untuk perlahan menerima bahwa sekarang tak ada lagi kita , yang ada hanya aku , ya aku sendiri dan kamu dengan kekasih barumu .