Tiba-tiba saja air mata ini jatuh seketika ketika orang
tuaku menghubungi. Baru kali ini, bukankah aku biasanya selalu senang saat
kedua malaikatku itu menghubungiku ?
Tapi kali ini berbeda. Pola pikir mereka seketika berubah
semenjak dua hari yang lalu, yaa semenjak kedua orang tua calon suamiku datang
bersilaturahmi ke rumahku.
Aaarg cobaan apa lagi ini Tuhan ? sudah cukup lama dan susah
untuk mempertahankan hubungan kami yang telah berkali – kali hampir hancur
berantakan. Cobaan apa lagi yang bisa meretakkan hubungan kami ini Tuhan ?
Semua masih bisa diusahakan untuk dipertahankan jika titik
masalahnya hanya antara aku dan dia. Tapi kali ini kenapa orang tuaku harus
ikut terlibat ? semuanya akan semakin membingungkan jika masalah ini antara
orang tua calon suamiku dan orang tuaku sendiri. Haruskah aku mengorbankan
semua perasaanku yang telah terbina bertahun-tahun ini dengan calon suamiku
daripada kedua orang tuaku ? ataukah aku harus mengorbankan perasaan kedua
orang tuaku demi calon suami yang aku cintai ? semuanya terlalu menyulitkan,
Tuhan.
Aku tau keluargaku dan keluarga calon suamiku sungguh
berbeda. Aku tau kamu, calon suamiku berasal dari keluarga berada, sedangkan
kami ? kami tak lebih dr sebuah keluarga jelata. Memang akan sulit sekali bagi
keluargamu untuk menerima aku dan juga keluargaku. Dan akan sama menyulitkan
untuk menyatukan keluarga kita.
Tapi bukankah suatu perbedaanlah yang harusnya menyatukan
dua insan manusia ? Bukankah perbedaan yang seharusnya mempersatukan dua anak
manusia ? dan bukankah perbedaan seharusnya dapat menjadi pemanis dalam suatu
hubungan manusia ? tapi kenapa pernyataan itu tak berlaku untuk kita ? tak adil
.
Lalu kemana aku akan bisa melabuhkan rasaku ini ? tak mudah
bagiku untuk mulai mencintaimu karena aku tau perbedaan yang menonjol diantara
kita. Tapi kamu tak pernah lelah untuk memperjuangkannya kan dulu ? kamu
berhasil meyakinkanku bahwa kita bisa, ya kita akan bisa bersama. Bersama selama
2 tahun sebelum akhirnya orang tuamu mengetahui bagaimana keadaan keluargaku.
Ah sudahlah sayang, ikuti saja orang tuamu! Aku yakin orang
tua takkan pernah memberikan hal yang buruk kepada anaknya. Karena tak mungkin
juga kita tetap berada dalam suatu hubungan tanpa restu. Lupakan semua hal
menyakitkan. Yakinlah rencana Tuhan lebih indah. Semoga kamu bahagia. Aku pun
akan bahagia.